Category Archives: NC-21

[All That] LOVE

Author             :           @EUNRIKIM

Rating             :           NC21

Genre              :           Romance, Yadong.

Lenght             :           OneShoot

Cast                 :

Cho KyuHyun

Choi Eunri

SuperJunior

 

Cerita ini berawal dari mimpi aku (mimpi asli nih ya) dan setelah beberapa hari konsultasi(?) dengan eyang subur(?) akhir nya di bikin ff aja deh wkwkwk~ buat yg SANGAT terobsesi dengan SUPER JUNIOR, seperti nya pas banget dengan ff khayalan ini (?) langsung aja deh ya~

 

Author POV

 

INDONESIA

Read the rest of this entry

Making Love

Judul : Making Love

Genre : romance, yadong, life, friends

Rating : NC 21

Main cast : Kwon Yu Ri, Lee Dong Hae

Support cast : find

Length : oneshoot

Author : vika

 

Don’t be a plagiator! Jangan memplagiat karya saya, ngebash, dan jangan lupa komentar!

Making love

 

 

Yuri POV

Read the rest of this entry

Love Under Revenge [Part 11]

Judul   :           Love Under Revenge

Author:            Hirooka

Rating :           NC

Length:            Chapter

Genre  :           Angst, Lemon, Romance

Cast     :

Cho Kyu – Hyun

Yoon Hye – Jin

Seo Joo – Hyun

 

rthtr copy_副本

 

**

 

 

*Backsound : Kyuhyun – Inoo*

 

 

Bulan mulai memasuki pertengahan siklus perputarannya. Cuaca mulai tidak bersahabat. Angin mulai merengek, meminta setiap makhluk hidup memperhatikan keberadaannya, memaksa setiap inchi kulit makhluk hidup merasakan hembusan dan hujamannya di setiap lubang pori-pori.

Waktu kini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Langit sudah begitu pekat dengan warna hitamnya. Kabut tipis bahkan mulai merangsek perlahan mengurangi jarak pandang para pedestrian yang masih berlalu lalang di jalan pinggiran kota seoul.

Malam ini awan mendung mendominasi, cahaya bulan semakin meredup karenanya. Titik air lembut, mulai berjatuhan, membuat keadaan semakin tidak nyaman.

 

Namun, keredupan cahaya di luar tidak dapat menutupi sesosok namja yang kini tengah berdiri dengan tangan terikat di kedua buah tiang. Sosok itu berdiri dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kedua tangannya yang terikat membuatnya terlihat seperti sosok Yesus yang terikat di tiang salib suci.

Bagian tubuh atasnya yang memang tidak tertutup pakaian terlihat putih dan sudah pasti dingin. Tubuh kurus itu pasti sangat kedinginan saat ini, beruntung dia masih pingsan. Sehingga dia tidak merasakan suhu dingin yang sudah menguasai setengah bagian tubuhnya.

 

Disisi lain, terlihat seorang wanita muda dengan kimono serba hitamnya, berdiri tegap di ambang jendela yang memang sengaja dibiarkan terbuka.

Helaian gorden putih terlihat melambai seiring angin dingin yang berhembus masuk. Sisa-sisa rambut kecoklatannya yang tidak ikut terikat pun ikut melambai dan sesekali menyapu wajahnya yang datar.

Sosok wanita itu terlihat seperti sebuah figure anime saat diterpa sinar redup rembulan. Wajah tirusnya terlihat datar tanpa ekspresi, sedangkan kedua matanya menatap kosong kearah langit malam yang gelap pekat.

 

“Eunghh~~..”

 

Erangan pelan terdengar ketika sosok namja yang terikat itu bergerak perlahan, dia siuman. Tubuh ringkih itu bergerak pelan dan kelopak matanya mengerut samar ketika tubuhnya mulai sepenuhnya bergerak.

“Ahh..”ringisnya lagi sambil mengeratkan pejaman matanya.

“App..po..”keluhnya saat matanya sudah benar-benar terbuka.

 

Gadis yang berada di ambang jendela terhenyak sekilas, dia tersadar dari lamunan panjangnya. Kemudian gadis itu menoleh kearah namja yang baru saja sadar dari pingsannya.

“Kau sudah siuman?”Tanya gadis itu datar lalu menghadap sepenuhnya ke pria yang sejak tadi di tungguinya.

 

Sosok namja yang ditanya hanya diam, tidak menjawab. Sebaliknya, kedua bola mata hitamnya perlahan menerawang sisi ruangan tempatnya berada, berusaha melihat dalam keremangan yang menguasai ruangan tersebut. Sesekali menggelengkan kepalanya demi mendapatkan penglihatan yang lebih baik dan mencoba menghalau kabut yang melingkupi jarak pandang korneanya.

 

Dengan hati-hati, kedua mata itu melihat keadaan sekitar. Setelah dia merasa jelas melihat apa yang ada di ruangan itu, tubuhnya mulai ikut bergerak, bermaksud untuk beranjak dari tempatnya.

Namun, langkah kakinya terhenti saat kedua tangannya yang terikat membuat tubuhnya tertahan dan seketika mundur lagi kebelakang.

“Arghh..dingin!!”pekiknya sambil bergidik kuat.

 

Mata yang tadi melihat ke depan langsung beralih kearah tubuh atasnya yang terbuka, setelah itu dalam hitungan detik juga melihat kearah kedua tangannya yang terikat.

“YA! SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADAKU? SIAPA YANG BERANI MENGIKATKU SEPERTI INI HAH?”teriak namja itu marah. Mata coklatnya berubah merah karena emosi yang memuncak.

“LEPASKAN AKU!!”teriaknya lagi lebih histeris.

 

Gadis yang masih berdiri di ambang jendela akhirnya memutuskan untuk menghampiri namja yang terlihat sangat marah itu.

“Berhenti berteriak Tuan, kau membuat telingaku tuli.”ujar gadis itu dingin yang membbuat sang namja menoleh cepat kearahnya.

“Yukino..”gumam namja itu tekejut.

“Tidak perlu memasang wajah seterkejut itu, aku bukan hantu Tuan Cho Kyuhyun.”balas gadis bernama Yukino itu masih dengan nada dingin.

 

Namja itu masih mematung dengan kejutan ini. Matanya masih terbelalak saat mendapati Yukino di sebelahnya, berdiri dengan tenang sedangkan dia dengan keadaan terikat.

“Yu..Yuki..igeo mwoya? Kenapa kau mengikatku seperti ini?”Tanya Kyuhyun dengan suara serak.

“Lalu..lalu sejak kapan aku diikat seperti ini? Dan dimana ini?”lanjutnya tanpa menjeda dan nafasnya mulai memburu karena tidak sabar.

“Diamlah.”balas Yukino acuh dan kedua mata hazelnya masih menatap lekat Kyuhyun yang kebingungan.

“Aku butuh penjelasan Yukino, jadi jawab aku.”suara Kyuhyun mulai naik setengah oktaf, dan tatapannya menajam.

“Tidak ada yang perlu kujelaskan padamu, jadi diam kau!”sergah Yukino lebih dingin dari sebelumnya.

“Cih! Apalagi yang kau inginkan Hiragawa Yukino, apa setelah kau menghancurkan objek proposal tenderku, kau masih belum puas dan sekarang kau menculikku agar aku benar-benar tidak bisa menghadiri meeting besok walau hanya sekedar menyelamatkan harga diri perusahaanku?”Tanya Kyuhyun geram, kedua tangannya yang terikat mengepal kuat.

 

“Harga diri. Apa kau pernah tau arti dari sebuah kata ‘harga diri’ dan bagaimana cara menghargainya?”balas Yukino dengan wajah jijik.

“Apa maksudmu Nona pintar?”sinis Kyuhyun dengan dengusan keras.

“Berhenti bertanya, dan nikmati saja apa yang akan kuberikan padamu Tuan.”

 

Wajah sinis Kyuhyun berubah bertanya-tanya, dahinya mengerut dalam dan matanya kembali menatap lekat sosok Yukino.

“Apa lagi rencana busukmu Nona Hiragawa yang terhormat? Apa lagi yang akan kau lakukan padaku untuk menghancurkanku, hah? Apa setelah mengambil kesempatan proyekku, kau juga akan mengambil harga diriku, hah?”suara serak Kyuhyun mulai merendah, berbisik lebih tepat. Namun di dalam suaranya terdapat aura mengancam.

 

Gadis berstelan kimono itu langsung mengembangkan senyum separuhnya. Matanya berkilat licik. Perlahan gadis itu berjalan mendekat pada tubuh Kyuhyun. Setelah jarak mereka dekat, Yukino mendekatkan sedikit lagi wajahnya ke hadapan Kyuhyun. Sehingga wajah mereka sangat dekat.

Mata bertemu mata, nafas menghembus nafas, jarak mereka terlalu dekat. Kurasa kalau Yukino ataupun Kyuhyun berinisiatif bergerak sedikit saja, sudah dipastikan bibir mereka akan bertemu. Beradu dalam sebuah moment intim, sensual dan mungkin mendebarkan.

 

Sayangnya, Yukino ataupun Kyuhyun tidak menginginkannya. Yukino semakin mengembangkan seringaiannya dan Kyuhyun semakin menatap kedua mata Yukino bergantian.

“Aku sudah bilang sebelumnya, bukan?! Bahwa aku akan mengambil semua milikmu, menghancurkannya kemudian membuatmu tidak bisa bangkit lagi. Dan asal kau tau Tuan, aku juga akan mengambil harga dirimu. Mengambilnya sampai titik nadir yang paling akhir.”bisik Yukino tenang namun menusuk.

“Kenapa kau melakukannya padaku, apa sebenarnya salahku sampai kau membenciku hingga ubun-ubunmu Yuki-ah?”bisik Kyuhyun juga, wajahnya kini melembut.

“Karena kau pantas untuk kubenci. Aku membencimu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari dalam maupun dari luar. Dari depan ataupun dari belakang.”jawab Yukino pelan dengan bibir terkatup.

“Aku membencimu seperti jamur parasit yang merusak kehidupan. Aku membencimu seperti penyakit yang menjijikkan. Aku membencimu karena kau hidup dan kita di takdirkan bertemu.”lanjutnya semakin geram, matanya semakin tajam pula.

“Iya tapi apa alasannya Yukino~~..”ujar Kyuhyun mulai putus asa.

“Karena kau menghancurkanku, mengambil paksa harga diriku sampai titik terakhir, membuatku merasakan begitu banyak kehilangan.”

 

Kepala Kyuhyun yang menunduk, perlahan bergerak kebalakang, kembali menegak. Matanya tidak lepas dari mata Yukino. Dengan paksa namja itu menelan salivanya.

“Apakah aku harus memperkenalkan diriku sekali lagi padamu Tuan?”tawar Yukino dengan seringaian khasnya ketika melihat Kyuhyun mematung.

 

Seulas senyum dingin lagi-lagi muncul di wajah tirus Yukino. Dengan mantap gadis muda itu menegakkan posisi berdirinya. Dagunya terangkat sedikit, memperlihatkan kesombongan dan sikap penguasanya.

“Perkenalkan, namaku Yoon-Hye-Jin.”ujar Yukino dengan menekankan kata disetiap penggalan namanya.

 

Mata Kyuhyun semakin terbuka lebar. Mulutnya menganga karena terkejut. Dia sudah memprediksi bahwa wanita di depannya ini adalah cinta pertamanya yang sudah meninggal. Tetapi setelah mendengarkan pengakuan langsung gadis itu, Kyuhyun tetap terkejut.

Kalau saja tangannya tidak terikat, mungkin tubuhnya akan langsung jatuh terkulai di lantai. Sekujur tubuhnya saat ini gemetar. Dadanya sesak dan jantungnya berdegup kencang.

 

“Tidak mungkin, aku pasti bermimpi. Hyejin sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu di sungai Han.”gumam Kyuhyun lirih yang membuat Yukino tersenyum sinis.

“Hyejin tidak akan bersikap jahat sepertimu. Dia tidak akan mungkin menyakiti orang lain seperti apa yang kau lakukan sekarang.”lanjut Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya samar.

“Kau bohong. Kau pasti berbohong, itu kan keahlianmu. Kau bukan Hyejin.”tolak Kyuhyun keras.

 

“BERHENTI MENGAKU SEBAGAI HYEJINKU. HYEJIN TIDAK AKAN JAHAT SEPERTIMU!!”teriak Kyuhyun kalap sambil meronta, berusaha melepaskan ikatan tangannya.

 

Tawa Yukino pecah, gadis itu beringsut mundur saat dengan kalap Kyuhyun menendang-nendang kearahnya.

“Ya, kau benar. Nan Hyejin anha. Na~~…”ujar Yukino setelah tawanya mereda, Kyuhyun pun berhenti bergerak. Namja itu kembali focus pada gadis yang menyeringai di hadapannya sekali lagi.

“Yukino da. Watashi Hira-ga-wa Yu-ki-no.”dengan penuh penekanan Yukino menyebutkan namanya. Nama baru tepatnya.

 

Wajah gadis itu kembali keruh dan dingin. Membuat siapapun yang melihatnya mungkin akan berpikir ulang untuk berdekatan dengannya.

“Dan karena aku adalah Hiragawa Yukino, maka aku akan melakukan apapun yang bisa membuatku puas.”

 

Jari-jari ramping Yukino bergerak perlahan menyentuh dada telanjang Kyuhyun yang sudah sangat dingin. Dan karena merasakan sentuhan lembut yeoja yang selama ini menjadi obsesinya, tubuh Kyuhyun pun bereaksi.

Tubuh Kyuhyun menegang dan berjengit ketika jari Yukino menelusuri setiap lekuk dadanya. Sedangkan matanya semakin lekat mengikuti setiap pergerakan mata Yukino yang menatap dada bidangnya.

“Kau tau, membuatmu menderita adalah keinginanku yang paling utama. Membuatmu dan keluargamu terpuruk adalah obsesiku selama beberapa tahun belakangan ini. Aku membencimu, sangat membencimu.”lirih Yukino datar dan jarinya masih sibuk menyusuri setiap lekuk dada Kyuhyun.

“Kalau kematianku bisa menghapus kebencianmu padaku, aku bersedia Hyejin-ah. Bunuhlah aku..”ujar Kyuhyun lembut dengan mata sendu.

 

Yukino menarik tangannya dari dada Kyuhyun. Gadis itu tertunduk dan mundur teratur. Sebuah senyum terulas kembali di bibirnya.

“Aku tidak akan sebaik itu padamu, Tuan.”tolak Yukino tegas.

“Apa yang akan kau lakukan padaku Hyejin-ah?”Tanya Kyuhyun was-was ketika melihat seringai licik di wajah gadis yang dia panggil Hyejin.

“Bagaimana kalau aku memberimu sebuah pengalaman baru Tuan?”

“Pengalaman? Pengalaman apa?”

“Aku akan memberimu pengalaman yang sama dengan pengalaman yang kudapatkan darimu dulu Tuan.”

“Hye..ap..apa..”

“Ssstt~~..tidak perlu bertanya, karena aku tau kau mengerti dengan jelas pengalaman apa yang aku maksud.”

“Maksudmu ki..ki..kita..”suara Kyuhyun tercekat dan wajahnya memerah.

“Ye, yang kau pikirkan benar Tuan Cho.”

 

Wajah Kyuhyun semakin merah karena tersipu. Berkali-kali dia menelan ludahnya, bahkan kali ini dia memalingkan wajahnya dari tatapan Yukino. Nafasnya mulai tidak teratur dan suhu tubuhnya mulai naik ketika sebuah pikiran muncul di benaknya.

“Tapi..”ujar Yukino tiba-tiba yang membuyarkan pemikiran Kyuhyun. Namja itu kembali menoleh pada Yukino.

“Sayangnya bukan aku yang akan membantumu merangkai pengalaman menarik itu.”

 

Dahi Kyuhyun sukses berkerut semakin dalam. Kedua matanya menyiratkan kebingungan dan kewaspadaan.

“Apa rencanamu Yoon Hyejin-ssi?”Tanya kyu waspada.

“Malam ini, aku akan membuatmu masuk ke dalam surgaku dan aku akan membuatmu putus asa dalam kenikmatanmu. Dan kupastikan harga dirimu tercabik bagaikan daging hewan buruan yang terkoyak oleh pemburunya.”

“Mwo?”

 

Belum sempat Kyuhyun bertanya lagi. Yukino mengangkat tangannya dan bertepuk tangan dua kali. Memberi perintah pada seseorang yang mungkin sudah bersiap di luar pintu ruangan.

“Apa yang akan kau lakukan padaku Hyejin-ah?”Tanya Kyuhyun lagi dengan wajah semakin was-was ketika seorang gadis sexy memasuki ruangan.

Yukino menarik gadis yang baru saja masuk lalu mendorongnya agar berdiri di hadapan Kyuhyun. Gadis itu memegang dua sisi bahu gadis yang baru saja masuk dari belakang. Sebuah senyum ramah terulas di wajah Yukino yang dingin. Bukan senyum tulus tentu saja.

 

“Donyu sa reta, kono on’nanokowa Kotoko desu. Kare wa Tokyo de mottomo yumeina baishunpudesu. (Perkenalkan, gadis ini bernama Kotoko. Dia adalah pelacur paling terkenal di Tokyo).”ujar Yukino santai seperti mengenalkan seorang teman. Kyuhyun pun semakin geram melihatnya.

“Anata wa, sore o aisurudarou (Kau pasti menyukainya),”lanjut Yukino kemudian berbisik pada gadis yang berdiri membelakanginya itu.

 

“Dia milikmu malam ini, Nona. Beri dia servis terbaikmu, buat dia berada dalam puncak kenikmatan dunianya sekaligus jurang keputus asaannya.”ujar Yukino tanpa ekspresi. Matanya menatap lurus mata Kyuhyun yang mulai menggeram.

“Kau..”

“Aku akan membuatmu merasakan betapa menderitanya dirmu saat harga dirimu dihancurkan dalam sekejap Tuan Cho-kyu-hyun.”potong Yukino kejam.

“Hye..”

“Akan kuambil paksa harga dirimu, sampai kau merasakan keterpurukan yang dulu juga kurasakan.”potong Yukino lagi.

 

Kyuhyun menggeram dan mulai meronta lagi. Namja itu kembali menendang-nendang dan berusaha melepaskan ikatan di tangannya.

“LEPASKAN AKU YOON HYEJIN! KAU GILA!”teriak Kyuhyun berang dan membuat Yukino semakin tersenyum puas.

“Dulu aku juga memintamu melepaskanku, tapi kau menolaknya mentah-mentah. Jadi untuk apa aku mendengarkanmu kali ini. Aku tidak akan melepaskanmu brengsek!”

“Hye, aku tau aku salah. Aku mabuk waktu itu dan aku begitu mencintaimu. Aku hanya..”

“JANGAN BICARA CINTA PADAKU, BRENGSEK!”

“Hye, lepaskan aku. Kumohon, kita bisa bicara baik-baik. Ini bukan dirimu Hyejin-ah..”Kyuhyun semakin putus asa tapi Hyejin tetap pada pendiriannya.

“A~~ sepertinya kita masih melupakan seseorang yang penting disini.”ujar Hyejin santai tanpa perduli pada permintaan Kyuhyun.

“Siapa lagi yang akan kau bawa Yoon Hyejin?”

 

Yukino kembali memerintahkan seseorang masuk dengan tepukan tangannya. Dan mata Kyuhyun sontak membelalak ketika melihat dua orang pegawai Yukino membawa seorang gadis masuk ke dalam.

Tangan gadis itu terikat dan mulutnya ditutup oleh lakban berwarna hitam. Gadis itu meronta dalam pegangan dua pegawai Yukino yang kekar.

 

“Seo..”gumam Kyuhyun terkejut bukan main.

“Akhirnya Nona Seo datang. Selamat datang Nona Seo!”ujar Yukino berpura-pura ramah seperti menyambut tamu.

“Yoon Hyejin apa maumu membawa Seohyun kemari hah? Cepat lepaskan dia!”bentak Kyuhyun penuh amarah.

 

“Ckckck..ini bukan waktumu untuk memerintah Tuan Cho. Jadi tutup mulutmu!”bantah Yukino dingin.

“Ikat wanita itu di kursi!”perintah Yukino tegas lalu dia berjalan menuju nakas.

 

Gadis muda itu berjalan menuju nakas, lalu mengambil sebuah kotak dari dalam lemarinya. Setelah itu dia berjalan kembali menuju Kyuhyun yang terikat di tengah ruangan.

Dalam diam Kyuhyun memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yukino. Namja itu langsung menahan nafas ketika Yukino mengeluarkan satu bungkus alat suntik dan juga sebotol kecil cairan tanpa warna.

“Apa yang akan kau lakukan Yoon Hyejin?”Tanya Kyuhyun ngeri.

“Permainan akan semakin menyenangkan jika tubuhmu memberi respon positif Tuan Cho.”jawab Yukino santai sambil memasukan cairan bening ke dalam alat suntik dengan cara menusuk tutup botolnya.

“Cairan apa itu? Apa kau mau membunuhku Hyejin-ah?”

“Sebaliknya, aku akan membuatmu merasakan nikmat dan bebas. Kau akan lebih menikmati pengalaman barumu jika kau menggunakan ini.”

 

“Arghhhhh~~..”erang Kyuhyun ketika tajamnya jarum suntik itu menghujam pembuluh darah di lekukan lengannya.

“Sedikit morfin pasti akan membuatmu terbang kelangit ketujuh Tuan Cho.”bisik Yukino saat Kyuhyun memejamkan matanya menahan sakitnya jarum suntik.

“You’ll fly high and forget about suffer, desperate and sadness.”lanjut Yukino di telinga Kyuhyun, sedangkan Seohyun yang melihat kejadian itu langsung meronta tidak terima. Gadis itu marah, ingin melepaskan diri dan segera melepaskan Kyuhyun.

“Enjoy your night Mr. Cho. I’ll be your audience over there with your lovely girlfriend.”

 

Dengan nafas tersengal Kyuhyun menatap marah sosok Yukino yang berjalan menjauhinya. Geramannya semakin terdengar ketika dia melihat dengan santainya Yukino duduk di sebelah Seohyun. Mereka terlihat seperti pengunjung bioskop yang sedang menunggu pemutaran sebuah film.

“Weemmppassshhhh duiyieehhh (lepaskan dia) !”teriak Seohyun dengan bibir tertutup rapat. Matanya menyalang seakan ingin menelan Yukino hidup-hidup.

 

#PLAKK

 

“Diam kau, ahon!”bentak Yukino kasar setelah menampar Seohyun dengan keras.

“Tutup mulutmu atau kupatahkan lehermu.”ancam Yukino.

 

“JANGAN SENTUH SEOHYUN, ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU!”teriak Kyuhyun saat melihat Seohyun dipukul oleh Yukino.

 

#BUGH

 

“Arghhh~~..”erangan meluncur dari mulut Kyuhyun ketika sebuah pukulan keras mendarat di perutnya.

“Bera..ni..kk..kau..memukkkul..kku..”geram Kyuhyun terputus-putus karena menahan nyeri di perutnya.

“Anata wa sore ni fureru koto ga dekiru mae ni, anata wa watashi no te de shinu hitoda (sebelum kau sempat menyentuhnya, maka kaulah yang akan mati di tanganku.).”ujar seorang pegawai Yukino yang sejak tadi berdiri di dekat Kyuhyun.

 

Kyuhyun menatap tajam wajah orang jepang yang mengancamnya barusan. Nafasnya memburu, kalau saja dia tidak terikat maka sebuah pukulan pasti akan melayang ke wajah pria jepang itu.

“Tomoya, Satoshi.. dete kite kudasai (Tomoya, Satoshi..keluarlah)!”perintah Yukino yang membuat kedua pegawainya langsung membungkuk.

“Hai, okusama!”

 

Setelah kedua pegawai Yukino keluar maka di ruangan itu hanya ada mereka berempat. Yukino menatap lekat sosok Kyuhyun yang ikut menatapnya tajam. Semenit kemudian gadis itu menghela nafas lalu dengan satu sentakan dia menarik lakban yang menutup bibir Seohyun.

 

“Ahhh~~..”erang Seohyun saat secara kasar lakban di bibirnya terlepas. Tepi bibir gadis itu berdarah akibat lakban yang dibuka secara kasar.

“Wanita gila! Lepakan aku dan Kyuhyun oppa!”teriak Seohyun histeris sambil meronta-ronta di kursinya.

“Dasar wanita brengsek! Gila kau! Aku akan melaporkanmu ke polisi karena menculik dan menyiksa kami!”

“Arghh!!”erang Seohyun ketika Yukino dengan tiba-tiba menarik rambutnya.

“Sekali lagi mulutmu berteriak, kupotong lidahmu arraseo?”ujar Yukino dingin dan Seohyun langsung menutup mulutnya.

 

“LEPASKAN SEOHYUN, AWAS KALAU KAU MENYAKITINYA!”

“Cih! Kalian pikir ini arena syuting Romeo and Juliet hah? Menjijikkan!”sindir Yukino sambil memutar matanya malas dan jijik.

 

Langkah Yukino terlihat santai menghampiri Kyuhyun yang sudah mulai berkurang tingkat kesadarannya. Mata sayu itu menatap Yukino yang mendekatkan wajahnya.

“Tutup mulutmu dan nikmati malammu Tuan.”bisik Yukino sarkastis sambil meremas lengan Kyuhyun.

“Emmm~~..”gumam Kyuhyun sambil memejamkan matanya sekilas. Yukino menyeringai sekali lagi melihat reaksi Kyuhyun.

 

“Sepertinya pengaruh morfin dan obat perangsang itu mulai bekerja.”gumam Yukino.

“Kotoko, watashi wa anata ni meijiru koto o subete yaru(Kotoko, lakukan semua yang kuperintahkan padamu)!”perintah Yukino lagi sambil tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang mulai memerah.

“Hai, okusama!”

 

 

**

 

 

Gadis jepang berperawakan tinggi semampai dan berkulit putih itu mulai menatap Kyuhyun intens. Senyum manis yang terpampang di wajahnya membuat aura memikat dalam dirinya keluar seketika. Wajah cantik itu semakin cantik dan mempesona.

“Hajimemashite, watashi wa Kotoko Haibara desu. Yorohishiku ne Cho-sama!”ujar Kotoko riang yang membuat Kyuhyun mendengus muak.

 

Tanpa membuang waktu gadis bernama Kotoko itu segera berjalan mendekati Kyuhyun yang terikat di tempatnya. Melihat sang gadis mendekat, reflex Kyuhyun memundurkan tubuhnya. Tetapi karena kedua tangan yang terikat, gerakannya terhenti paksa dan hal itu membuat Kotoko tersenyum geli.

“Tidak perlu takut padaku Cho-sama. Setelah kau mengenalku lebih dekat, pasti kau akan menjadi salah satu penggemarku.”

 

“MENJAUH DARIKU! JANGAN COBA-COBA MENYENTUHKU, ATAU KUBUNUH KAU!”teriak Kyuhyun penuh kecemasan dan amarah.

 

“Kita akan bermain pelan-pelan, tenanglah Cho-sama.”bisik Kotoko di telinga Kyuhyun.

 

Saat berbisik ternyata tangan Kotoko tidak hanya berdiam diri. Kedua tangannya sudah bertengger manis di dada bidang Kyuhyun. Bergerak mengusap turun naik, membuat Kyuhyun mau tidak mau meremang.

“Singkirkan tanganmu dari tubuhku brengsek.”geram Kyuhyun sambil menahan nafsunya yang perlahan naik ke permukaan.

 

Wanita cantik nan sexy itu mengacuhkan peringatan dari Kyuhyun. Tangannya menarik bahu Kyuhyun dan dengan gerakan cepat wanita itu meraih bibir Kyuhyun dengan bibirnya.

Menerima serangan tiba-tiba itu, tubuh Kyuhyun sontak menggeliat dan memberontak. Namun entah apa yang wanita itu gunakan, tenaga Kyuhyun tidak dapat menyingkirkan tubuh Kotoko dari hadapannya.

 

Kotoko berusaha mencium Kyuhyun namun namja itu selalu mengelak dengan cara menggerakkan kepalanya kearah yang berlawanan. Beberapa kali Kotoko gagal meraih bibir penuh milik Kyuhyun. Dan saat merasa tidak sabar. Kotoko menarik dagu Kyuhyun dan memegangi sisi wajahnya, dan berhasil.

Bibir mereka bertemu. Kotoko mulai mencium bibir Kyuhyun. Awalnya hanya kecupan sebagai pengantar untuk menaikkan gairah seorang Cho Kyuhyun. Seiring waktu berjalan, Kotoko mulai melumat kasar bibir Kyuhyun.

 

Wanita itu meraup bibir Kyuhyun dengan rakus. Tangannnya pun tidak tinggal diam. Kedua tangan Kotoko yang tadi berada disisi wajah Kyuhyun kini beralih ke tengkuknya. Kemudian tangan sebelah kanannya turun dari leher menuju dada bidang Kyuhyun yang sejak tadi terekspos.

 

“Emmpphh~~..”erang Kyuhyun sambil memejamkan matanya saat Kotoko mengulum bibirnya dalam-dalam dan tangannya meremas lembut absnya.

“Oumphh~~”erangnya lagi ketika Kotoko meremas dan memilin Choco absnya perlahan.

 

Kotoko tersenyum dalam ciumannya saat merasakan sesuatu yang keras bergesekan dengan pahanya yang tidak tertutup rok mini.

“Oumphh..arghhhh!!”

“Arghhh!!!”

 

Dengan penuh kemarahan Kyuhyun membenturkan dahinya ke dahi Kotoko. Sehingga gadis yang sedang focus pada bibirnya itu sukses terhuyung ke belakang sambil memegangi dahinya.

“PERGI KAU WANITA GILA!”bentak Kyuhyun gusar dan nafas tersengal.

“YOON HYEJIN, LEPASKAN AKU!”lanjutnya lagi sambil menatap Yukino yang duduk tenang menatap pergumulannya.

 

Yukino hanya menyeringai melihat kemarahan Kyuhyun dan dia menggedikkan dagunya kearah Kotoko yang dibalas anggukkan dari gadis itu.

 

Kotoko yang mengerti dengan maksud Yukino akhirnya kembali menghampiri Kyuhyun.

“MAU APMPPPHH..”

 

Secepat kilat Kotoko kembali menyambar bibir Kyuhyun yang sudah memerah. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Kotoko mencium Kyuhyun semakin kasar. Tangan kirinya menekan keras belakang kepala Kyuhyun, sedangkan tangan kanannya turun menuju  bokongnya.

“Eummpphh..”

 

Lagi-lagi Kyuhyun mengerang. Kali ini karena Kotoko dengan kasar meremas bokongnya lalu setelah itu dengan keras meremas benda di bagian depan Kyuhyun. Kotoko meremas junior namja itu dari balik celana kerjanya.

Keringat dingin langsung mengalir di tubuh Kyuhyun saat remasan Kotoko semakin keras. Namja itu memejamkan matanya antara menahan sakit dan nikmat.

 

Pengaruh morfin mulai membuat tubuhnya sedikit mabuk. Erangan keluar dari mulut Kyuhyun saat Kotoko melepas ciumannya dan menjilati leher jenjangnya.

“Eumpp..you..mmpp..sexy..hmm..man..that I’ve ever seen.”ujar Kotoko disela kegiatannya menjilati leher Kyuhyun.

“I wanna fuck you up as soon as I can..”lanjutnya lagi kemudian menggigit keras tulang selangka Kyuhyun.

 

“Ahhh~~..”erang Kyuhyun lagi karena gigitan itu.

 

Di dalam sisa kesadarannya, Kyuhyun masih meronta dan menolak segala jenis sentuhan yang diberikan Kotoko di tubuhnya. Tapi semua tolakannya sia-sia, karena reaksi di dalam tubuhnya begitu menginginkan sentuhan sensual yang menerjang tubuhnya saat ini.

“Per..gih..kkaa..uu..”gusar Kyuhyun sambil menahan desahannya.

 

Kotoko benar-benar tidak perduli. Gadis itu malah semakin liar menjilati dan menggigit setiap inchi leher dan bahu Kyuhyun. Walaupun tubuh Kyuhyun yang dikuasainya terus meronta, gadis itu tidak perduli. Kali ini bibirnya sudah menguasai area dada Kyuhyun.

Bibir mungil milik Kotoko melumat dan mengulum Choco abs Kyuhyun yang coklat. Lidahnya bergerak nakal menggoda benda bulat itu, membuat sang empunya terpejam menahan gairah yang naik drastic ke kepalanya.

 

“Hyejinnhh..henntttikanhh..ahhh..”desah Kyuhyun gusar sambil memejamkan mata dan membenamkan wajahnya di atas kepala Kotoko.

“Pergiii!!!”teriak Kyuhyun dengan suara seraknya sambil mengepal kuat tangannya.

 

Kakinya berusaha menendang. Namun Kotoko lebih sigap, yeoja itu meremas kembali junior Kyuhyun. Sehingga namja itu kembali lemas tidak berdaya melawan.

 

“Just enjoy it Cho-sama!”ujar Kotoko sambil menyusupkan tangan kanannya ke dalam celana Kyuhyun.

 

“Ahhh! Yoon Hyejinnn!”

 

Kotoko semakin bersemangat mengerjai dada Kyuhyun yang sudah memerah karena remasannya. Dan tangan yang satu lagi juga tidak kalah semangat menyapa junior Kyuhyun yang sudah terjaga[?].

“Ouummppphhh..”desahan Kyuhyun tertahan saat tangan Kotoko mengurut batang juniornya dan bibirnya sudah kembali melumat bibir Kyuhyun yang menganggur.

 

Mereka kembali berciuman sangat liar, Kotoko tetap memimpin permainan. Lidahnya kini sudah berhasil memasuki rongga mulut Kyuhyun. Benda lunak itu menggeliat menggoda lidah Kyuhyun yang memberontak tidak suka dengan kedatangan benda asing itu.

Ciuman itu terlihat sangat bergairah. Keringat sudah membasahi tubuh kedua manusia itu. Kotoko mulai membuka belt celana Kyuhyun, lalu berusaha menanggalkan kain itu dari tubuh Kyuhyun.

 

Kyuhyun yang menolak, berusaha memberontak kembali. Dadanya sudah sesak karena rasa malu yang mendera. Bagaimana tidak, dia akan ditelanjangi dan dipaksa melakukan hubungan intim di depan mantan pacarnya yang kini terikat seperti sandera, dan juga di depan istrinya yang berperan sebagai penculik.

Namja itu baru saja ingin melakukan usaha membenturkan kepalanya lagi ke kepala Kotoko. Namun usahanya gagal, yeoja itu berhasil menghindar dan melepas celana Kyuhyun.

 

Kini Kyuhyun hanya memakai underpants. Kotoko menyeringai puas melihat hasil kerjanya. Tubuh Kyuhyun bagian atas sudah terdapat bercak merah. Sedangkan nipplenya sudah memerah akibat kulumannya.

“Hentikan semua ini Yoon Hyejin. Dan kau, pergi dari hadapanku!”amarah Kyuhyun sudah di ambang batas.

“Show time~~..”

 

Mata Kyuhyun terbelalak saat Kotoko merobek satu-satunya kain yang membungkus bagian sensitive tubuhnya. Wajah Kyuhyun memerah, dia benar-benar malu saat ini. Dan mata itu semakin membulat kaget ketika Kotoko menanggalkan seluruh pakaiannya di depan mata kepalanya.

Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, bulir air mata bening menitik dari sudut mata namja tampan bernama Kyuhyun, seiring dengan meluncurnya kain terakhir yang membalut bagian tubuhnya. Bibir namja itu juga terlihat pucat, kering dan bergetar samar.

 

“YOON HYEJIN!!”teriak Kyuhyun sambil menatap kearah Yukino yang masih terduduk santai. Sedangkan Seohyun terlihat menangis tanpa suara dengan wajah berpaling kesamping.

 

“HENTIK…AHHHHH”

 

Tubuh polos Kyuhyun sontak menegang dan gemetar saat tangan Kotoko menyapa juniornya. Namja itu menggigit bibir bawahnya dan menggelengkan kepalanya kuat-kuat saat Kotoko mulai mengurut batang juniornya dengan pelan tapi teratur.

 

“Ahhhh..mmmppphhh..”

 

Kepala Kyuhyun mendongak ke belakang karena rasa nikmat yang muncul dari pijatan Kotoko di bagian sensitifnya.

Kotoko sudah berjongkok di bawah Kyuhyun. Tangannya dengan telaten mengurut penis Kyuhyun yang mulai menegang. Sedangkan lidahnya sudah menyapa twins ball-nya dari samping.

 

Tangan ramping Kotoko mengocok cepat penis di tangannya dan Kyuhyun sontak mendesah hebat. Kepalanya bergerak ke belakang dan menggelang kuat, menahan kenikmatan yang seakan ingin meledak di dalam kepalanya.

Seiring waktu, cairan precum Kyuhyun akhirnya keluar dan Kotoko menggunakannya untuk melumasi setiap inci permukaan penis Kyuhyun. Setelah dirasanya cukup, gadis itu segera memasukkan benda besar itu ke dalam mulutnya.

 

“Hyejinnn..arghhhhh…”desah Kyuhyun dengan kemarahannya.

 

 

**

 

 

*Kyuhyun’s POV*

 

Tubuhku terasa panas. Aku benar-benar ingin meledak. Wanita gila ini benar-benar lihai mengerjaiku. Servisnya terasa menakjubkan dan aku tidak menyukainya. Kalau saja tubuhku tidak terikat pasti aku sudah mencabut kepalanya dari tubuhnya.

Kurasakan kuluman gadis gila itu di juniorku. Rasanya sangat nikmat. Aku ingin memberontak, tapi efek samping morfin yang diberikan Hyejin membuatku lemas. Bahkan aku bisa merasakan tubuh ini gemetar dan panas. Aku yakin pasti Hyejin juga memasukkan obat perangsang di dalam morfin tadi.

 

 

“AHHH..”

 

 

Shit! Gadis gila ini menggigit milikku. Aku tidak tahan, aku ingin membunuh wanita gila ini. Kugerakkan kembali kakiku untuk menendang perutnya yang berada tepat di depan kakiku. Namun usahaku lagi-lagi gagal karena wanita ini kembali mengeksplor juniorku.

 

“Ohhhh…faster..”

 

Oh shit! Kurasa aku juga harus merobek mulut sialanku ini. Bisa-bisanya aku meminta dia mempercepat kulumannya di juniorku.

Lidahnya terus menjilat penisku dan mulutnya sesekali menyedot kuat ujung juniorku yang sudah berkedut. Kurasa sebentar lagi aku akan orgasme..

 

“Owhhh..”desahku lagi sambil meronta.

 

Juniorku semakin berkedut, kuharap gadis gila ini menyelesaikan servisnya secepat mungkin. Aku benar-benar berhenti dipermalukan seperti ini. Harga diriku benar-benar terluka. Dadaku sesak saat merasakan setiap sentuhan Kotoko.

“Owh..je…”erangku saat kurasakan juniroku sudah semakin berkedut dan sepertinya ada sesuatu yang menggumpal di ujung juniorku.

 

Namun saat aku merasakan hal itu, servis di juniorku terhenti. Tidak kurasakan lagi sentuhan di bawahku. Kepalaku sudah pening menahan orgasme yang tertahan.

Ketika kubuka mataku, kulihat Kotoko sudah berdiri di hadapanku. Wajah orientalnya menatapku malas. Aku balik menatapnya datar.

“Permainan ini tidak menarik..”ujarnya sedikit kesal.

“Kalau begitu menyingkir dan lepaskan aku, brengsek.”

“Iie, kita lakukan yang lebih menarik dan menantang.”

 

Mataku mengikuti sosok Kotoko yang berjalan menjauh. Setelah itu aku beralih menatap Hyejin.

“Yoon Hyejin, lepaskan aku!”teriakku dan Hyejin tidak merespon.

“Yoon Hyejin, apa kau sudah gila? Cepat lepaskan aku!”lanjutku lagi dan kulihat Hyejin beranjak dari bangkunya.

 

Gadis itu mendekat, dadaku berdebar keras. Sesaat kemudian, mata kami bertemu. Jarak kami begitu dekat. Hembusan nafasnya terasa hangat di wajahku. Perasaanku membuncah melihat mata hazelnya. Ada rasa ingin memiliki di dalam diriku. Aku ingin memeluknya, menyentuhnya dan membisikkan kata cinta sebanyak-banyaknya.

“Permainan baru dimulai Tuan. Bersabarlah..”ujarnya pelan.

“Apa maksudmu?”

“Kotoko akammpphh..”

 

Secepat yang aku bisa, kuraih bibir Hyejin. Rasa itu masih sama. Dingin, manis dan mendebarkan. Ciuman ini masih sama seperti bertahun-tahun yang lalu.

 

#PLAKKK

 

Sebuah tamparan kuat mendarat di wajahku. Mata Hyejin menyalang lekat, penuh kebencian. Rahangnya mengeras. Dan setelah itu sebuah tamparan lagi mengenai satu lagi pipiku. Tidak hanya itu, tapi sebuah pukulan telak di perutku pun mendarat.

“Berani kau menyentuhku. Kubunuh kau..”geramnya.

“Waeyo? Bukankah kau juga menginginkannya Yoon Hyejin?”balasku sarkastis. Entah kenapa aku sudah tidak bisa tinggal diam diinjak-injak olehnya. Aku tidak terima.

“Untuk apa kau hanya duduk disana. Kalau kau memintanya padaku, aku akan memberikan kesempatan padamu untuk merasakan kenikmatan itu sekali lagi. Eottheyo?”

 

 

#PLAKKK

 

 

Kurasakan asin di ujung bibirku. Kutatap Hyejin dingin dan dia juga sama. Kami seperti musuh yang siap saling membunuh.

“Lepaskan aku, atau kau akan menyesal Yoon Hyejin.”ancamku.

“Kaulah yang akan menyesal Tuan, kalau kau tidak menutup mulutmu.”

 

Sebilah pisau terusung di hadapanku. Senyum nyinyir Hyejin terulas, begitu menakutkan. Benda kecil itu mendarat di pangkal leherku. Bergerak perlahan menyusuri leher lalu turun ke dada. Bisa kurasakan goresan samar di sana. Rasanya nyeri dan panas. Ada darah tipis yang keluar akibat guratan itu.

 

“Bau darah ini nikmat, dan akan semakin nikmat setelah ini.”gumam Hyejin seperti seorang psycho. Dia benar-benar pembunuh berdarah dingin. Kemana sosok Athenaku? Benarkah aku yang merubahnya jadi seperti ini?

 

“Hye..”

 

Belum sempat aku berujar. Kotoko sudah mendorong Hyejin agar menepi. Gadis itu langsung menjilat bagian tubuhku yang tergores dengan rakus. Dia menjilati setiap tetes darahku yang keluar dengan rakus dan nikmat. Dia seperti seorang vampire.

 

“Hye..ahhh..geu..ahh~~..”

 

Kurasakan panas dan nyeri di tulang rusukku saat kuku tangan Kotoko mencakarnya. Gadis jepang ini seperti orang gila yang haus akan darah.

“Hy..assshhhh..”erangku lagi. Kali ini Kotoko menyerang pinggangku dan bibirnya masih menguasai dadaku.

 

Di sela-sela desahan kesakitanku, dapat kulihat Hyejin berjalan mundur. Wajahnya menampakkan ekspresi seakan ingin segera membunuhku. Matanya tidak lagi teduh seperti dulu. Wajah dinginnya sangat mirip dengan gambaran Hades di dalam mitologi Yunani. Dia bukan lagi Athena, tapi Hades sang dewa kematian.

 

“Nikmati saja kenikmatan yang diberikan Kotoko padamu Cho-sama.”ujar Hyejin dari tempatnya. Wajahnya menyiratkan dendam yang dalam.

 

“MENYINGKIR KAU WANITA GILA!!”teriakku sambil menolak pelukan yang diberikan Kotoko.

 

Tubuh naked wanita itu terhuyung sedikit ke belakang karena dorongan dari dadaku. Kutatap wanita itu sekejam mungkin, namun dia membalas dengan senyum polos.

“Aku menyukai kekerasan dalam bersenang-senang. Sepertinya kau juga, jadi aku tidak akan sungkan lagi Cho-sama.”

 

Kotoko maju ke hadapanku. Kedua tangannya terangkat lalu menangkup leherku, mengusapnya perlahan, membuatku memberontak sekali lagi. Aku tengah berusaha melawan arus nafsu yang sudah menguasaiku dan berusaha menghalau Kotoko yang semakin bersemangat untuk menyentuhku.

“Kuperingatkan sekali lagi padamu Nona, jangan berani menyentuhku atau akan ku kuliti kau hidup-hidup nanti.”geramku ketika Kotoko semakin mendekatkan wajahnya, menatapku intens dan masih mengusap leherku seduktif.

“Aku ingin sekali merasakan kulitku terlepas dari tubuhku Tuan, jadi aku akan dengan senang hati menunggu kau melakukannya.”balasnya santai sambil tersenyum. Wanita ini benar-benar gila.

“Tapi sebelum kau melakukannya, maka aku yang akan membuatmu merasakan betapa nikmatnya berada di ambang kematian.”lanjutnya yang membuatku semakin ngeri.

“Kau pasti akan bahagia menikmati betapa menderitanya saat tubuhmu berangsur lemas dan tidak berdaya. Seakan udara tidak ada lagi di dunia ini, lalu udara yang menjadi inti kebutuhanmu berubah menjadi kobaran api yang membuat jantung dan paru-parumu berlomba untuk meledak lebih dulu.”

 

“Apa mak..ehkkkhh..”

 

Kurasakan pelukan tangan Kotoko di leherku mengetat. Jari-jari lentiknya menegang, mendesak dua sisi leherku. Rasanya sakit dan semakin lama membuatku sesak.

“Lep..ahkk..pashkkk..”

 

Kotoko mencekikku semakin keras, wajahnya terlihat seakan tidak terjadi apa-apa. Sementara aku mulai sesak karena kekurangan asupan oksigen. Kepalaku perlahan kehilangan rasa. Aliran darah mulai berhenti ke otakku, leherku semakin perih dan panas. Keringat dingin semakin banyak keluar dari pori-pori. Mataku pun ikut berkabut.

System kerja saraf ku mulai kehilangan sensitivitasnya akibat kadar darah dan oksigen yang hampir tidak ada di otakku. Dadaku juga sesak sekarang. Dan benar kata Kotoko, jantung dan paru-paruku kini sedang berlomba untuk  meledak duluan.

 

Di tengah penderitaanku akibat cekikannya di leherku, aku masih bisa mendengar Seohyun berteriak putus asa meminta pada Hyejin agar memerintahkan Kotoko melepaskan cekikannya di leherku.

“Akhhh..kkk..”ringisku sambil memejamkan mata.

 

Kotoko buka hanya membuatku berada di ambang kematian. Namun wanita gila ini juga memberiku kenikmatan di bawah sana. Kedua tangannya memang mencekikku. Tapi kedua pahanya malah asyik menjepit juniorku yang memang sudah tegang sejak tadi.

Kepalaku sudah tidak karuan rasanya. Di satu sisi aku merasa ingin meledak karena kekurangan oksigen tapi di sisi lain kepalaku ingin meledak karena menahan sensasi kenikmatan puncak yang sebentar lagi akan tiba.

 

Kedua paha Kotoko terus memilin juniorku hingga aku bisa merasakan bibir vagina Kotoko yang sudah basah menyapanya. Dadanya yang ikut menggesek dadaku juga menjadi satu dari beberapa rangsangan nikmat yang membuatku frustasi.

“Akhkkhh~~!!”erangku panjang dengan nafas tercekat saat cairan orgasme ku menyembur keluar .

 

Kelegaan terasa di bagian bawahku, badanku semakin lemas dan sesak. Aku sudah tidak kuat dengan semakin berkurangnya asupan oksigen dan darah ke otakku. Kupejamkan mataku, pasrah. Terserah apa yang akan gadis gila ini lakukan. Kalau memang harus mati, aku rela.

Kuhirup oksigen yang masih bisa kudapatkan dengan rakus dan sebanyak yang aku bisa. Mataku berkunang-kunang dan terasa gelap. Jantungku terasa seperti di tusuk pisau dan dicabik-cabik. Lemas dan tak bertenaga lagi. Kupastikan dalam hitungan detik jantungku akan berhenti.

Namun di saat semuanya hampir menuju akhir. Tangan Kotoko terlepas dan dalam hitungan detik, darah langsung mengalir deras ke otakku. Memenuhi setiap sel saraf yang tadi hampir putus asa mencari asupan energy.

 

“Hah..hah..hah..uhuk..uhuk..”

 

Seperti kakek tua renta yang baru saja lepas dari masa kritis. Hidung dan mulutku berlomba untuk menghirup oksigen. Kurasakan hangat di wajahku, rasanya seperti baru dilahirkan kembali.

“Michinyeon!!”bentakku dengan suara serak dan nafas tersengal.

“Menyenangkan kan Tuan?”tawa wanita itu meledak dan dia kembali meraih bibirku.

 

Kotoko terus melumat bibirku dan aku berusaha sekuat yang aku bisa merapatkan bibirku. Tanganya kembali menarik juniorku dengan kasar, membuatku mengerang dan akhirnya memberinya akses lidah Kotoko masuk ke dalam mulutku.

“Ashhh..eumphhh..”desahnya sambil menjambak rambutku.

 

Setelah beberapa menit, aku kembali berkedut. Servis tangan Kotoko harus diakui sangat hebat. Buktinya dia membuatku hampir terus orgasme.

Juniorku sudah berkedut dengan keras. Otakku terasa penuh, aku ingin segera mengeluarkannya. Kugigit bibir bawahku saat sensasi panas dan bergetar itu mulai merayap. Gelombang itu sudah berada di ujung dan Kotoko terus mengocok juniorku.

 

Tapi, ketika semuanya hampir meledak. Kotoko melepas tangannya dari juniorku. Dia melepasku begitu saja. Semua gelombang itu seketika hilang. Tubuhku yang telah tegang dan panas mendadak bagaikan terhempas ke dalam ruang hampa. Aku gagal melepas orgasmeku.

“Wajahmu yang sedang menuju klimaks sangat bagus di kamera Tuan Cho.”

 

Kepalaku menoleh dan mendapati dengan bahagianya Hyejin merekam menggunakan handycam. Senyum liciknya terpancar jelas.

“Yoon Hyejin, apa rencanamu dengan rekaman itu hah?”

“Rekaman ini pasti akan sangat laku jika di tawarkan pada stasiun televisi. Aku pasti akan untung besar.”

 

“YOON HYEJIN!!!”teriakku sangat marah dan Hyejin hanya tertawa.

 

“Harga dirimu yang terakhir Cho-sama, akan kuhancurkan.”desisnya yang masih terdengar oleh telingaku.

“DAN AKU AKAN MEMBALASMU SETELAH AKU BERHASIL LEPAS DARI SINI!”ancamku geram.

“Your turn Agasshi!”

 

Mataku membulat ketika melihat Hyejin melepas Seohyun dari kursinya lalu mendorong tubuh Seohyun hingga terjatuh di bawah kakiku.

Wajahku sontak memerah karena menahan malu. Jelas saja aku malu, Seohyun terjatuh di kakiku dengan keadaan aku naked.

“Mau apa kau, lepaskan aku!!”teriak Seohyun ketika Kotoko melepas kasar pakaiannya.

 

“LEPASKAN SEOHYUN! JANGAN SENTUH DIA!”teriakku juga keras.

 

“Giliranmu memberi servis pada pacarmu Nona.”ujar Kotoko.

 

Seohyun menatapku dengan ketakutan dan aku mendengus keras lalu berusaha menendang Kotoko. Gadis jepang itu menendang tulang keringku lalu dia menarik rambut Seohyun, membuat gadis itu berlutut di depan milikku.

“Yoon Hyejin, kau keterlaluan. Seohyun tidak ada hubungannya dengan masalah kita. Tapi kenapa kau memperlakukannya seperti ini hah?”tanyaku dengan nada tinggi.

“Aku tidak perduli dia salah atau tidak, yang jelas semua yang berhubungan denganmu harus ikut menderita.”

“Suck it!”sela Kotoko yang membuatku berpaling dari Hyejin.

 

Kotoko meraih juniorku lalu menjejalkannya ke mulut Seohyun dengan kasar. Aku ingin berteriak sekaligus menangis karena melihatnya.

 

“ARGGHHHH YOON HYEJINNNN!!”

 

“Enjoy your nite Mr. Cho, aku permisi. Kotoko, selesaikan semuanya dengan baik.”

“Hai, okusama.”

 

“YOON HYEJIN!!”teriakku lagi ketika melihat sosok Hyejin keluar dari ruangan.

 

*Kyuhyun’s POV end*

 

 

**

 

Matahari sudah berarak naik, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Rapat tender sudah berjalan setengahnya. Jeong Jungwoo, asisten Kyuhyun terduduk lemah di kursinya sambil menatap proposal yang telah dikerjakannya bersama atasannya selama beberapa hari.

“Kita gagal, benar-benar gagal.”

 

Namja itu menghempaskan tubuhnya agar menyandar ke punggung kursi. Dua staff wanita di depannya ikut menghala nafas kecewa.

“Bos kemana ya, kenapa dia tidak datang pagi ini?”Tanya salah satu dari ketiga orang itu.

“Molla, mungkin dia masih bergelung di rumah sambil meratapi proyek kita yang kalah sebelum bertanding.”jawab Jungwoo.

 

**

 

Nyonya Cho terduduk lesu disamping ranjang rumah sakit, dia tengah menunggui sosok Kyuhyun yang terbaring tak sadarkan diri. Tangannya menggenggam erat tangan Kyuhyun.

“Eomma, istirahatlah dulu. Biar Ahra yang menjaganya..”tawar Ahra sambil mengusap punggung sang ibu. Namun ibunya menolak.

“Eomma akan menunggu sampai adikmu siuman. Kau sebaiknya ke kantor saja membantu ayahmu.”

“Anni eomma, kau sudah duduk terus seperti ini sejak dini hari tadi. Apa kau tidak lelah?”

“Bagaimana eomma bisa lelah Ahra-ya.. ketika kejadian tadi pagi teringat lagi, eomma merasa sangat bersalah.”isak nyonya Cho kembali pecah dan Ahra kembali memeluknya.

“Eomma masih belum habis pikir, kenapa ada orang yang melukai Kyu lalu membuangnya di depan rumah begitu saja. Beruntung ada satpam yang melihatnya, jadi adikmu masih bisa tertolong.”lanjutnya sambil menangis.

“Tubuh lebam dengan luka sayatan di sekitar dada dan lengan. Selain itu dia tidak sadarkan diri karena obat bius dosis tinggi. Siapa yang tega berbuat jahat seperti itu pada adikmu..”

“Uljimayo eomma, yang terpenting Kyuhyun sudah baik-baik saja dan sebentar lagi dia akan sadar.”

 

Nyonya Cho mengangguk lalu kembali menghadap kearah Kyuhyun. Tangan tua-nya mengusap lembut wajah dan rambut Kyuhyun.

 

**

 

Di temani oleh Lee Hyunjo, Yukino berjalan memasuki Cho corporation. Setiap karyawan memberi hormat ketika dia masuk.

“Semua suratnya sudah lengkap asisten Lee?”

“Ne, Agasshi.”

“Jam berapa para Staff dari Dewan Audit akan datang?”

“Setelah makan siang Agasshi.”

“Lalu rapat tender Yangjiang?”

“Lee Donghae sudah memberi kabar bahwa rapat lancar dan Tuan Jang ingin makan malam bersama anda Agasshi.”

“Untuk apa?”

“Untuk membicarakan pelelangan saham Cho Corp awal bulan nanti.”

“Berapa lama waktu yang Cho Corp miliki untuk menyelamatkan diri?”

“Mereka punya waktu sekitar dua minggu setelah Dewan Audit menyelesaikan urusannya.”

“Baik, selalu pantau mereka. Terutama Cho Kyuhyun, jangan biarkan dia bisa bergerak untuk melawan kita dan pastikan dia tidak bisa mendekatiku. Beritahu Satoshi untuk menjaga rumah dengan baik, aku tidak ingin pria itu masuk dan menemuiku.”

“Ye, algeseummnida.”

 

Yukino keluar dari dalam lift bersama asistennya. Mereka berjalan menuju ruang Presiden Direktur.

Di dalam ruangan direktur, terlihat Presiden Direktur Cho sedang rapat kecil dengan asisten dan beberapa staff terkait. Mereka sedang membahas persiapan mereka untuk menghadapi para auditor.

“Apa semua laporan keuangan dan berkas-berkas yang diperlukan sudah siap?”tanya Tuan Cho.

“Ne, Sajangnim. Semua sudah siap, semua ini laporan yang biasa kita siapkan untuk audit tahunan.”

“Bagus. Tapi apa kalian sudah bisa menutupi keadaan perusahaan yang sebenarnya dalam laporan itu?”

“Sudah Sajangnim.”

“Baiklah.”

 

Setelah Tuan Cho selesai bicara maka saat itu juga pintu terbuka. Seorang pria jepang memberi hormat pada Tuan Cho lalu mempersilahkan orang di belakangnya untuk masuk.

“Selamat siang Presiden Direktur Cho.”sapa Yukino.

 

Tuan Cho beserta staffnya sontak berdiri, mereka langsung membungkuk memberi hormat pada gadis muda itu.

“Nona Yoon..”balas Tuan Cho agak gugup.

“Maaf mengganggu anda Tuan Cho.”

“Gwaenchaseummnida Agasshi, ada perlu apa anda datang kesini?”

“Tidak ada, aku hanya ingin mengobrol sebentar denganmu, bisa?”

 

Tuan Cho mengangguk lalu Yukino segera meminta pengawalnya untuk membawa keluar semua orang. Meninggalkan Tuan Cho hanya berdua dengan dirinya.

“Lama tidak bicara Ahjussi..”ujar Yukino dengan menyeringai.

 

TBC

Love Under Revenge [Part 6]

Judul   :          Love Under Revenge

Author :          Hirooka

Rating :          NC

Length :          Chapter

Genre  :          Angst, Lemon, Romance

 

Cast     :          

  

Cho Kyu – Hyun

Yoon Hye – Jin

Seo Joo – Hyun

 

Editing Cover by : http://www.sartikadevicloud.wordpress.com

 

**

 

richan-copy

 

**

Read the rest of this entry

Love Under Revenge [ Part 4 ]

Judul   :           Love Under Revenge

Author:          Hirooka

Rating :           NC

Length:           Chapter

Genre  :           Angst, Lemon, Romance

Cast     :            Cho Kyu – Hyun

                             Yoon Hye – Jin

                             Seo Joo – Hyun

 

Editing Cover by : http://www.sartikadevicloud.wordpress.com

 

**

 

richan-copy

 

 

**

*Backsound : DBSK – How Can I*

Read the rest of this entry

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.452 pengikut lainnya.